13 Jan 2011

Cinta Karena Allah Mari Membutikannya

Cinta karena Allah (Rabbiatul Al-Adawiah) 
Cinta karena Allah adalah cinta yang menyalurkan energi positif , energi yang dirasakan juga oleh orang-orang dan alam sekitarnya.
Cinta karena Allah ialah cinta yang terjaga dari hal-hal syubhat (apalagi haram) baik dalam mendapatkan ataupun mengarunginya
Cinta yang memerdekakan jiwa, siap menerima perbedaan siap untuk kehilangan, siap patah hati tanpa harus berpura-pura, tapi ketika sebenarnya kita mencintai sesuatu atau seseorang karena Allah, kita justru akan siap berbagi, siap mencintai pula apa-apa yang dicintainya “kekasihnya” mencintai semua kebaikan dan membuatnya menjadi baik pula.
Orang – orang yang saling mencintai  karena Allah sebagai saudara, sahabat, pasangan hidup tidak pernah merasa patah hati berlarut-larut. Sebab dia tidak memaksakan kehendak dan keinginannya. Dia pandai menyimpan perasaannya, namun tidak pula berdusta. Kebesaran jiwanya tidak terbatas..
Setiap kegagalan untuk mencintai dan dicintai bukanlah alasan baginya untuk berbalik menjadi benci, justru itu semua menjadikannya semakin kuat dan tegar untuk kemudian dekat dengan Sang Pemilik hati kita yang sesungguhnya, Sang Maha lembut Maha romantis Allah Azza Wa Jalla.
Cinta karena Allah akan menambah banyak teman, dan saudara sebab cinta yang seperti itu akan terus bersinergi, terus membelah dan memberikan berkahnya, Cinta karena Allah ialah cinta yang ditempuh dengan ikhtiar yang bersih bukan dengan cara-cara liar.
Orang-orang yang mencinta karena Allah akan memetik bunga dari tangkainya dengan ijin pemiliknya, bukan merebut atau mencurinya.
Sebab cinta karena Allah suci, maka dengan cara suci pula cinta itu dapat memberikan ketentraman jiwa dan terhindar dari gejolak syahwat semata.
Cinta itu akan menjadikan orang-orang yang merasakannya justru semakin menjaga dirinya dan diri orang-orang yang dicintainya. Tidak melakukan hal-hal yang membuat harga dirinya dan orang tercintanya hancur.
Cinta karena Allah adalah cinta yang memiliki keberanian yang luar biasa, yang bersumber pada penjagaan fitrah, penjagaan jiwa. Cinta itu memberi energi untuk berjuang mencapai spiritualitas cinta yang yang bersumber pada kecintaan pada Zat yang menciptakan makhluk hanif yang membuatnya semakin mencintai sang penciptanya.
Hanya orang-orang yang teguh dan meneguhkan, hanif dan menghanifkan, cerdas mencerdaskan, dan orang-orang yang tetap istiqamah di dalam bingkai tuntunanNya, yang mengadukan semua rintihnya azzam akan cintanya kepada sang pemilik rasa agung yang dirasakannya.
Hanya orang-orang seperti itulah yang selalu dapat mengambil dan merasakan makna hakikat dan kebesaran cinta karena Allah.
Begitulah bahwa banyak yang harus kita buktikan dan kita teladankan agar cinta karena Allah bukan hanya ucapan yang tanpa realisasi. Jika hanya ucapan, maka ekspresi cinta tak pernah dapat kita wujudkan dan kita maknai dengan ketulusan dan kebesaran jiwa

1 komentar: